Akhirnya terjawab sudah teka-teki Liga Primer Indonesia (LPI) ataukah Indonesia Super League (ISL) yang diakui FIFA. Melalui email yang dikirimkan kepada wartawan Republika FIFA menegaskan bahwa ISL ilegal dan hanya mengakui LPI sebagai liga resmi di Indonesia yang dijalankan PT. Liga Prima Indonesia Sportindo (PT. LPIS).
Beikutini isi surat elektronik FIFA yang saya kutip dari Republika Online :
Dear Abdullah,
Thank you for your e-mail.
FIFA had a meeting this week with PSSI leadership and AFC on the PSSI current situation.
A joint FIFA and AFC letter will be sent by the end of this week containing our joint position after having carefully analyzed the situation.
As mentioned in art 18 of The FIFA statutes, PSSI must control all leagues and thus may/shall take action against breakaway leagues such as ISL.
We trust this information will be of use to you.
Best regards,
FIFA media department
Thank you for your e-mail.
FIFA had a meeting this week with PSSI leadership and AFC on the PSSI current situation.
A joint FIFA and AFC letter will be sent by the end of this week containing our joint position after having carefully analyzed the situation.
As mentioned in art 18 of The FIFA statutes, PSSI must control all leagues and thus may/shall take action against breakaway leagues such as ISL.
We trust this information will be of use to you.
Best regards,
FIFA media department
Isi suratnya itu, FIFA telah melakukan
pertemuan dengan petinggi PSSI dan AFC untuk membahas situasi terkini
di PSSI. Surat bersama FIFA dan AFC akan segera dikirim pada akhir pekan
ini. Hal tersebut mengingat posisi FIFA dan AFC yang sangat
berhati-hati dalam menganalisis kondisi polemik di PSSI.
Merujuk pasal 18 statuta FIFA, PSSI harus mengontrol semua kompetisi.
PSSI juga harus mengambil tindakan terhadap liga ilegal seperti ISL.
Dengan demikian penegasan tersebut mengakhiri polemik yang berkembang saat ini tentang liga mana yang legal dan mana yang ilegal. Selanjutnya PSSI sebagai pemegang otoritas sepakbola Indonesia mempunyai PR untuk merangkul kembali klub-klub yang berlaga di LSI untuk kembai paga liga yang legal.
Tentu bukan pekerjaan yang mudah karena banyak faktor dan kepentingan baik dari pengurus klub maupun dari oknum-oknum yang selama ini berseberangan dengan PSSI. Yang terpenting saat ini PSSi mempunyai sikap yang tegas dalam menegakan aturan organisasi sesuai statuta PSSI dan statuta FIFA.
Dengan demikian penegasan tersebut mengakhiri polemik yang berkembang saat ini tentang liga mana yang legal dan mana yang ilegal. Selanjutnya PSSI sebagai pemegang otoritas sepakbola Indonesia mempunyai PR untuk merangkul kembali klub-klub yang berlaga di LSI untuk kembai paga liga yang legal.
Tentu bukan pekerjaan yang mudah karena banyak faktor dan kepentingan baik dari pengurus klub maupun dari oknum-oknum yang selama ini berseberangan dengan PSSI. Yang terpenting saat ini PSSi mempunyai sikap yang tegas dalam menegakan aturan organisasi sesuai statuta PSSI dan statuta FIFA.
0 komentar:
Posting Komentar