JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum PSSI Djohar Arifin
Husin menyatakan bahwa pihaknya siap bertemu dengan semua klub Indonesia
Super League (ISL) agar bisa menyelesaikan masalah yang ada saat ini.
Namun, pihaknya masih akan menunggu hasil dari upaya Ketua Umum KONI
Tono Suratman yang tengah berusaha agar klub-klub ISL kembali ke PSSI.
"Semua
hal sudah kita kaji. Jalan yang bisa dilakukan akan kita pikirkan. Bisa
saja kami akan kumpulkan klub-klub, lihat situasi. Kami tetap terbuka.
Namun, sekarang kami serahkan kepada Pak Tono dulu," ujar Djohar kepada
wartawan di sela-sela rapat kerja Komite Eksekutif PSSI di Hotel Crown,
Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2012).
"Kami menghargai prakarsa Pak Tono. Namun, kami tidak akan menunggu lama karena harus segera melaporkan ke FIFA," lanjutnya.
PSSI
sebenarnya sudah melakukan pendekatan terhadap klub-klub ISL agar
kembali ke "rumah", yaitu dengan mengirimkan surat dan memberi imbauan.
Namun hingga batas waktu yang telah ditentukan, ternyata klub masih
belum ada yang mau bergabung kembali.
"Secara pribadi kami ingin
mereka kembali, tapi mereka belum memberikan respons. Kami akan laporkan
semua usaha kami ke FIFA agar mereka tahu PSSI berusaha untuk membujuk,
merayu, mengajak anggotanya untuk kembali. Pasalnya, kami tidak ingin
masalah ini masuk dalam agenda sidang Komisi Asosiasi," tutur Djohar.
Ia
menambahkan, berdasarkan perintah FIFA dalam suratnya pada 21 Desember,
PSSI harus menghukum klub yang tidak ingin kembali. Jika tidak, maka
PSSI yang akan ditegur oleh FIFA.
Ketika ditanya bentuk sanksinya, Djohar menjawab, "Statuta PSSI dan regulasi FIFA juga akan mengaturnya."
Pria
asal Medan ini kemudian mengajak pihak yang berseberangan untuk
mengakhiri masalah ini ke jalur hukum, jika nantinya langkah musyawarah
tak bisa menyelesaikannya. "Mari kita ke CAS (Badan Arbitrase Olahraga).
Kalau kami salah, yah kami akan mengaku salah. Kami hanya berusaha
sekuat-kuatnya agar Indonesia tidak dihukum," tuturnya.

0 komentar:
Posting Komentar