JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk memperkuat akuntabilitas
dalam pengelolaan keuangan dan membangun tata kelola yang baik,
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menjalin kerja sama dengan
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Ini bentuk komitmen
PSSI untuk mengelola keuangannya secara akuntabel dan membangun
organisasi yang baik di dalam lingkungan mereka.
Dalam
penandatanganan Nota Kesepahaman (Mou) ini, PSSI diwakili oleh Ketua
Umum PSSI, Djohar Arifin Husin. Sementara BPKP diwakili oleh kepala
mereka, Mardiasmo. Jalinan kerjasama ini juga disaksikan oleh Staf Ahli
Menteri Pemuda dan Olahraga, Tunas Dwiharto, dan Perwakilan KONI,
Irawati.
Dalam kesepakatan ini, BPKP akan memberikan kontribusi
berupa penyempurnaan kebijakan dan sistem akutansi, invetaris aset,
pengembangan perangkat lunak, serta pendampingan penyusunan Rencana
Kegiatan Anggaran Tahunan. Selain itu, BPKP akan membantu dalam menyusun
pedoman audit untuk Komite Audit Internal PSSI.
"Ini merupakan
tonggak awal untuk membangun organisasi yang baik di PSSI. Kami ingin
mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat dan pihak sponsor untuk bisa
membangun PSSI. Kerjasama inilah yang jadi kunci kami untuk mendapatkan
kepercayaan itu," ujar Djohar dalam kata sambutannya seusai
penandatanganan MoU di kantor BPKP, Jakarta Timur, Kamis (12/1/2012).
"Kenapa
kami memilih BPKP? Selain karena BPKP punya auditor yang berkualitas,
karena PSSI juga mendapatkan dana APBN. APBN memang bukan uang rakyat
tapi harus dipertanggung jawabkan," lanjutnya.
Kesepakatan ini berakhir pada akhir anggaran tahun 2015. Namun masih bisa diperpanjang.(kompas.com)

0 komentar:
Posting Komentar